.menu_preview{ /* display:none;*/ }

Mahyudin: Kita Perlu SDM Handal Untuk Mengoptimalkan SDA

Jum'at, 08 Feb 2019 - 16:05

Di hadapan ratusan ibu Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 8 Februari 2019, Wakil Ketua MPR Mahyudin menuturkan Indonesia dikarunia oleh Allah dengan kekayaan alam yang melimpah dan luar biasa.

Dikatakan Indonesia berada di garis khatulistiwa sehigga negara ini memiliki dua musim. "Musim hujan dan panas", ungkapnya. Sebagai wilayah yang berada di garis equator maka sinar matahari bersinar sepanjang tahun. "Ini merupakan karunia yang luar biasa", paparnya. Dirinya membandingkan dengan negara-negara di Eropa yang belum tentu bisa bercocok tanam sepanjang tahun. "Pada suatu ketika mereka tak bisa bercocok tanam karena salju turun", ujarnya.

Kondisi alam yang hanya dua musim itulah, menurut Mahyudin, Indonesia memiliki batu bara, sawit, karet, dan komoditas pertanian dan kehutanan serta tambang lainnya.

Meski kaya dengan sumber daya alam (SDA), pria asal Kalimantan itu menyayangkan kekayaan itu belum optimal digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. "Untuk mengoptimalkan kekayaan alam kita perlu sumber daya manusia (SDM) yang unggul agar bisa mengelola", tuturnya. Diakui bangsa ini sampai saat ini masih berjuang melaksanakan program wajib belajar. "Wajib belajar kita masih 9 tahun, seharusnya 12 tahun", tegasnya.

Menurut Mahyudin kekayaan alam yang ada membuat bangsa lain iri. Mereka ingin memiliki kekayaan alam itu. Tak heran bila dulu Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang menjajah Indonesia. Dikatakan, sebenarnya mereka, bangsa asing, bukan hebat tetapi mempunyai taktik mengadudomba. "VOC awalnya menguasai Maluku selanjutnya menguasai nusantara", ucapnya. Sekarang bangsa lain pun secara tak kita sadari hadir di tengah masyarakat. Mereka menggunakan pihak ketiga untuk menguasai SDA bangsa ini.

Agar masa lalu, yakni adu domba, tidak terjadi di masyarakat, menurut Mahyudin, membuat MPR melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi saat ini ditegaskan lebih penting sebab menjelang Pemilu masyarakat gaduh dengan dukungan masing-masing. Dalam kondisi yang demikian dirinya meminta masyarakat jangan mudah menyebarkan atau meneruskan berita hoax. "Bila menyebar hoax, kita bisa kena UU ITE", paparnya. "Saya berharap di Tenggarong masyarakatnya damai dan sejahtera", tambahnya.


Baca Juga

Kontak