Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Minggu, 04 Februari 2018 - 16:25 |

Di Hadapan Aktivis Mahasiswa, HNW Sebut Keragaman Menyatukan Indonesia

Di Hadapan Aktivis Mahasiswa, HNW Sebut Keragaman Menyatukan Indonesia

Saat memberi orasi kebangsaan dalam acara pelantikan pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, 2 Februari 2018, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) memaparkan peran kaum muda terdidik Muslim dalam sejarah perjuangan bangsa.

Diungkapkan, pada tahun 1901, lahirlah organisasi Jamiatul Khair. Organisasi yang lahir sebelum Budi Utomo itu mempunyai tujuan yang sudah maju. Disebut tujuan Jamiatul Khair adalah pentingnya pendidikan di kalangan rakyat, berorganisasi, kepedulian sosial hingga cita-cita Indonesia merdeka dari penjajahan asing. "Mereka adalah generasi muda Muslim terdidik," ujarnya.

Sebagai organisasi yang kali pertama berdiri, anggota Jamiatul Khair, disebut oleh HNW, kelak akan menjadi soko guru para pendiri bangsa. Anggota organisasi itu disebut seperti Ahmad Dahlan, Cokroaminoto, serta tokoh pergerakan lainnya. "Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dan Cokroaminoto sebagai guru bangsa," ujarnya.

Dalam pelantikan tersebut juga hadir perwakilan organisasi mahasiswa dari HMI, IMM, PMII, GMNI, Hima Persis,  HimahBudi, dan organisasi lainnya.

Di hadapan ratusan anggota KAMMI dan perwakilan organisasi lainnya, HNW mengakui dalam sejarah perjalanan bangsa, peran tokoh muda sangat berarti mulai dari Sumpah Pemuda, menjelang Indonesia merdeka hingga Indonesia merdeka. "Mereka berasal dari berbagai latar suku, agama, profesi, dan etnis," ujarnya.

Meski berlatar belakang yang beragam mereka duduk bersama untuk menerima Indonesia baik dari dasar negara Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. "Jadi keragaman yang ada bukan membuat konflik tapi malah menyatukan Indonesia," papar HNW.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015