Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Sabtu, 18 Februari 2017 - 18:55 |

E.E. Mangindaan: Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Berpijak Pada Jatidirinya

E.E. Mangindaan: Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Berpijak Pada Jatidirinya

Bertempat di gedung utama GPIB (Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat)  Paulus Menteng, Jakarta Pusat, berlangsung acara Talkshow Idonesia Bergerak, diselenggarakan oleh Pemuda GPIB Paulus. Acara ini diikuti sekitar 150 orang pemuda berasal dari GPIB Paulus tingkat Sinodal se Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI E.E. Mangindaan tampil sebagai salah seorang pembicara Talkshow bertema 'Satu Impian, Satu Tujuan, Indonesia Bergerak. Pembicara lainnya, dari kalangan publik figur, yakni: Barry Likumahua (artis musik), dan Melani Subono (aktivis dan seniwati), Mario Gerungan (atlet basket).  Moderator Timoti Marbun, presenter Kompas TV.

Wakil Ketua MPR E.E. Mangindaan dalam paparannya pertama-tama menyinggung soal tema dari talkshow ini: Satu Impian, Satu tujuan, Indonesia Bergerak. Mangindaan mengartikan impian itu ada asa, harapan, dengan tujuan Indonesia yang lebih maju. 

Untuk menjadi bangsa yang lebih maju, jelas Mangindaan, kita harus berpegang pada jadi diri kita. "Bangsa yang besar tapi berpijak pada jati dirinya, itu yang terbaik," ungkap Mangindaan seraya memerinci apa itu jati diri bangsa Indonesia.

Jati diri yang pertama, sebut Mangindaan, adalah idelogi Pancasila. "Pegang itu, dan jangan pakai ideologi lain," ujar Mangindaan mengingatkan.

Kedua, kita punya landasan konstitusi, yaitu UUD NRI Tahun 1945, dan ini menjadi pedoman dalam membangun bangsa kita. Ketiga, ingat kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan itu sudah final. Dari sabang hingga merauke sudah bersatu. 

Kemudian, keempat, Bhinneka Tunggal Ika. Bangsa yang besar kalau dia menghormati kemajemukan, tidak boleh ada sekat-sekat di antara kita. Satu untuk semua, semua untuk satu. "Saya kira itu yang paling penting untuk kita dalam membangun bangsa ini. Marilah kita pelihara jati diri ini maka kita akan maju," katanya.

Dalam talkshow yang berlangsung sekitar 45 menit itu, Mangindaan juga mengungkapkan, untuk membangun bangsa ini tidaklah muda. Ada banyak godaan dan tantangan yang kita hadapi, baik internal maupun eksternal atau global. 

Mangindaan menyebut salah satu tantangan internal yang kita hadapi adalah nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya belum dijadikan etik moral dalam berbangsa dan bernegara, sehingga banyak sekali terjadi pelanggaran hukum.

Mangindaan juga mengingat bahwa akhir-akhir ini kita menghadapi tantangan menyebarnya berita-berita hoak. "Hendaknya kita jangan sampai terpecah belah-belah gara-gara hoak ini," harap Mangindaan. 

Tapi, manurut Mangindaan, dalam menghadapi berbagai tantangan itu kita tidak perlu takut, karena ada kekuatan lain yang lebih besar, yaitu Yesus Kristus. Dan, semua tantangan itu harus kita atasi dengan memberikan pemahaman Empat Pilar MPR, yang oleh MPR selama ini terus meneruskan disosialisasikan.

Untuk itu, Mangindaan menawarkan kepada generasi muda GPIB Paulus, MPR beserta Tim Sosialisasi Empat Pilar, bila diinginkan, akan datang untuk menjelaskan apa itu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015