Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Minggu, 29 Oktober 2017 - 11:50 |

Indonesia Dibangun Atas Dasar Negara Pancasila

Indonesia Dibangun Atas Dasar Negara Pancasila

MPR tidak mungkin sendiri dalam melakukan sosialisasi sebab jumlah anggota MPR terbatas. Selain itu disibukan oleh aktivitasnya di DPR dan DPD sebab anggota MPR adalah anggota DPR dan DPD. Di kedua lembaga itu sangat luar biasa kesibukannya padahal yang perlu disosialisasikan adalah hal-hal yang mendasar sesuai amanat UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) yang memerintahkan Pimpinan MPR RI mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh rakyat Indonesia.

Ketika menjadi pimpinan MPR dalam Periode 2004-2009 dan 20014-2019, dirinya selalu menyampaikan pentingnya sosialisasi Pancasila kepada Pemerintah. Dan bersyukur dalam masa Presiden SBY dan Joko Widodo, disambut dengan baik dengan dibentuknya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPIP). Dan berharap respon baik pemerintah itu bisa semakin mengokohkan Pancasila dan bisa hadir dalam kehidupan.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Dr. HM. Hidayat Nur Wahid MA. saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR yang juga dihadiri anggota MPR RI H. Hadi Mulyadi S.Si., M.Si.  (Fraksi PKS), Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Ir. H. Marli M.Si dan Ketua JSIT Kutai Kartanegara Safaruddin Pabonglean S.Ag., M.Pd serta 600 peserta sosialisasi, yang terdiri dari para pelajar, pendidik dan tokoh masyarakat, di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kaltim, Minggu (29/10/2017).

Lebih lanjut Hidayat Nur Wahid menyampaikan tatanan kehidupan bangsa Indonesia dibangun atas dasar negara Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hidayat mengatakan pemahaman tentang konsep kebangsaan merupakan hal yang fundamental untuk diketahui setiap anak bangsa."Kesadaran dan pemahaman kebangsaan penting ditanamkan kepada warga negara," ungkap Hidayat.

Dalam sambutanya Ketua JSIT Kutai Kartanegara Safaruddin Pabonglean S.Ag., M.Pd. mengatakan, tujuan digelarnya acara ini, kami ingin dengarkan langsung dari MPR tentang dasar negara yang bisa dibumikan untuk anak-anak kita di sekolah.

Syafarudin menegaskan, dasar negara seperti Pancasila merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Dan mendorong anak-anak didik di JSIT untuk memiliki wawasan kebangsaan dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan nyata.

JSIT, lanjut Syafarudin, tengah merancang skema penanaman nilai kebangsaan bagi anak-anak didik yang tidak sekadar dihapal namun bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Anak-anak harus memahami nilai-nilai kebangsaan karena mereka harus tahu kemerdekaan negara ini diraih oleh darah-darah para syuhada," ujar Syafarudin.

Sekretaris Daerah Ir Kutai. H. Marli M.Si yang mewakili Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara dalam sambuta  tertulisnya mengatakan Sosialisasi Empat Pilar MPR mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas keberagaman di Kutai Kartanegara yang sedang membenahi diri. 

Dan mengucapkan terimaksih pada MPR yang melaksanakan sosialisasi ini agar dapat menecerdasan, juga berkontribusi membentuk pribadi generasi muda Kutai Kartanegara yang berkarakter, tanggungjawab, dan penuh nilai-nilai keberagaman, ujarnya.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015