Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Senin, 09 Januari 2017 - 14:50 |

Ketua MPR: Bangsa Indonesia Harus Move On

Ketua MPR: Bangsa Indonesia Harus Move On

Jakarta - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, hari ini, Senin (09/01/2017) menerima kunjungan audiensi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan perwakilan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI).  Audiensi yang digelar di Ruang kerja Ketua MPR RI, di Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta tersebut membahas seputar permasalahan bangsa saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, kedua delegasi mahasiswa pada intinya menyampaikan pesan yang sama kepada Ketua MPR RI yakni menyuarakan keprihatinan rakyat tentang berbagai persoalan bangsa yang sedang mendera bangsa dan berdampak sangat buruk di tengah-tengah masyarakat bahkan sampai ke daerah.

Ketua delegasi BEM SI Bagus Wibisono menyampaikan bahwa rakyat Indonesia saat ini sedang mengalami kesulitan dengan naiknya berbagai kebutuhan masyarakat seperti harga pangan sampai kenaikan BBM dan penerbitan STNK BPKB.

“Kami mahasiswa merasakan dampak kenaikan terutama kenaikan harga pangan sangat memberatkan rakyat.  Kami berharap pemerintah melakukan evaluasi dan melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak mempersempit kehidupan rakyat,” ujarnya.

Di sisi lain Ketua Umum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat menyampaikan beberapa pemikiran yang dalam beberapa waktu terakhir telah juga disuarakan di berbagai forum diskusi dan media massa yang utama adalah tentang masakah intoleransi yang saat ini makin mengemuka tajam pasca kasus Pilkada DKI Jakarta.

“Intoleransi makin muncul pasca kasus yang melibatkan Ahok.  Isu suku, agama dan ras menjadi perbincangan dan wacana debat yang panas bahkan sampai ke daerah.  Kami berharap jangan sampai persoalan tersebut memecah bangsa dan menjadi konflik.  Jangan sampai apa yang terjadi di Jakarta membuat kegusaran juga di daerah -daerah,” katanya.

Diutarakan Sahat, globalisasi teknologi informasi seperti maraknya bermunculan media sosial sedikit banyak sangat mempengaruhi berbagai persoalan yang mengarah kepada intoleransi.  Dalam media sosial banyak sekali bermunculan wacana-wacana yang sangat ekstrim seperti menjelek-jelekan simbol negara, menjelek-jelekan agama dan ras dan menjelek-jelekan nilai-nilai luhur bangsa.

“Pemerintah dan lembaga negara seperti MPR kami harap sadar akan hal tersebut, dampak negatifnya sangat luar biasa jika tidak segera ditangani.  Pemeirintahan dan lembaga negara harus menjaga dengan betul persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga kebhinnekaan,” tegasnya.

Merespon hal tersebut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkapkan keperihatinannya pada berbagai persoalan yang mendera bangsa Indonesia terutama masalah intileransi yang kian hari kian mengemuka.

Diutarakan Zulkifli, permasalahan di Jakarta yang melibatkan berbagai elemen masyarakat berada di seputar akan diselenggarakannya Pilkada serentak Februari 2017 nanti.  Sebenarnya tidak ada permasalahan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak bahkan Indonesia pernah menyelenggarakan Pilkada serentak dan semuanya berjalan dengan lancar tanpa kendala apa-apa, tidak ada kerusuhan, tidak ada konflik.

“Bahkan di beberapa daerah yang penduduknya mayoritas muslim, kepala daerahnya berbeda agama dan sebaliknya tidak ada masalah berjalan lancar saja.  Intinya, sebenarnya permasalahan perbedaan itu sudah tidka perli diperdebatkan lagi semua sudah selsaai, kita bangsa Indonesia sudah bersepakat untuk hidup bersatu dalam wadah negara NKRI tanpa melihat perbedaan.  Sekarang bangsa ini harus move on jangan membicarakan perbedaan yang membawa kita bukan maju malah mundur,” jelasnya.

Zulkifli menekankan, seluruh anak bangsa terutama generasi muda bangsa harus kompak bersama-sama membangun karakter bangsa dan memahami nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.  Pembangunan karakter bangsa bukan pekerjaan satu dua hari.  Membangun karakter bangsa butuh kontinuitas upaya dan dukungan serta kiprah aktif seluruh elemen rakyat Indonesia./der

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015