Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Sabtu, 28 Juli 2018 - 08:30 |

Ketua MPR : Kita Harus Bersatu Untuk Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat

Ketua MPR : Kita Harus Bersatu Untuk Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat

Dihadapan  800 orang peserta pembukaan ijtimak ulama dan tokoh nasional, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan,  kemerdekaan Indonesia adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan para ulama. Itu dibuktikan dengan banyaknya ulama yang menjadi pahlawan. Antara lain, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, KH. Ahmad Dahlan hingga Hasyim Asy'ari. 

Sayangnya, setelah Indonesia lepas dari penjajahan, peran ulama dipinggirkan. Ulama hanya boleh mengurusi persoalan agama. Tetapi tidak diizinkan terlibat dalam persoalan politik, ekonomi dan kebudayaan. 

"Akibatnya kita terpuruk, kekayaan alam dikuasai hanya oleh segelintir orang saja. Ketimpangan terjadi, pekerja asing terus bertambah, sementara pengangguran juga tak bisa dikurangi. Kita kembali dijajah, tapi kali ini oleh penjajahan modern", kata Zulkifli Hasan menambahkan. 

Pernyataan itu disampaikan Ketua MPR, saat memberikan sambutan pada pembukaan Ijtimak Ulama yang berlangsung di Hotel Menara Peninsula Jakarta, Jumat (27/7). Ikut hadir pada acara tersebut para ulama, tokoh nasional dan ketua-ketua partai Politik. Ijtimak ulama sendiri akan berlangsung 27-29 Juli, membahas persoalan terkini menyangkut kehidupan sosial, ekonomi dan politik terkini. 

Beruntung, gerakan reformasi telah membuka pintu keterlibatan ulama dibidang ekonomi, politik dan kebudayaan. Reformasi juga membuka kesempatan bagi masyarakat, ikut menentukan  pemimpinnya sendiri. Sayangnyan kekuatan umat Islam yang begitu besar, belum mampu dikonversi menjadi kekuatan politik yang bisa memberi keuntungan bagi masyarakat banyak. 

"Kita harus bersatu agar dapat memperjuangkan kepentingan umat. Jadi kuncinya adalah persatuan", kata Zulkifli menambahkan. 

Karena itu, Zulkifli berharap, Ijtimak ulama bisa menyatukan umat dalam nafas dan  narasi. Menyatukan  umat Islam yang tercerai. Dan menyatukan  umat Islam dengan  kebangsaan, sehingga bisa sejalan. Persatuan bukan hanya untuk kepentingan pilkada dan pilpres. Tetapi persatuan untuk memperjuangkan tercapainya baldatun toyyibatun wa robbun Ghofur yaitu negeri yang subur, makmur, adil dan aman.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015