Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Jumat, 16 Januari 2015 - 21:32 |

Ketua MPR Sosialisasikan Pancasila Di Sulawesi Tengah

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengungkapkan pemilihan kepala daerah yang berlangsung banyak didominasi dengan tindakan politik praktis, seperti money politic atau transaksi ekonomi. Tak berhenti di situ, apabila terpilih kepala daerah maka kepala daerah itu biasanya melakukan politik belah bambu. Di mana masyarakat yang tak mendukung dirinya, wilayahnya tidak dibangun, jalannya tidak diaspal. Lebih menyedihkan bila banyak jajaran pemerintah diganti sesuai dengan selera kepala daerah. “Ini tak sesuai dengan Pancasila,” ujarnya.

Zulkifli memaparkan fenomena itu dihadapan forum pimpinan daerah, jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kapolda, di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, 16 Januari 2014, dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan.

Dalam silaturahmi, sebagai salah satu metode sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika; itu Zulkifli memberi penghargaan kepada seluruh hadirin yang ada di ruang itu. Diharapkan dengan kegiatan tersebut bisa menunjang pembangunan daerah, “Dan menanamkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Dikatakan, sebagai bangsa yang besar, semuanya diajak untuk bersyukur sebab dengan kebesaran yang ada, yakni wilayah negara yang luas, terdiri dari beragam perbedaan namun semuanya bisa disatukan sesuai dengan semboyan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai Pancasila dan semboyannya, menurut pria asal Lampung itu digali dari akar budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. “Kita wajib berbangga sebab nilai-nilai dasar yang digali para pendiri bangsa mampu menyatukan keberagaman,” paparnya.

Nilai-nilai Pancasila yang mampu menyatukan keberagaman itu bagi Zulkifli tak ada artinya kalau tidak diamalkan. Kalau tidak diamalkan bisa jadi seperti yang dicontohkan oleh dirinya dalam paparan di atas. Pentingnya mengamalkan Pancasila sebab diakui bangsa ini sangat rentan dengan konflik. Konflik yang terjadi dikarenakan kemajemukan. “Untuk itu kemajemukan harus kita jaga dan rawat,” ajak mantan Menteri Kehutanan itu.

Diungkapkan saat ini orang memfitnah sepertinya merupakan hal yang biasa. Juga maraknya tindakan intoleran. Hal demikian menurutnya merupakan bentuk bangsa ini kehilangan roh kebangsaan. “Kita prihatin dengan itu semua,” katanya. Ditegaskan tindakan intoleransi harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Dirinya menegaskan kembali bahwa Pancasila tak hanya disosialisaskan saja namun juga harus dijiwai.

Untuk mensosialisasikan Pancasila, menurut Zulkifli kita semua harus menjadi tauladan kepada masyarakat dan juga menjadi mitra dalam memahami secara utuh Pancasila. “Pancasila sebagai ideologi harus diamalkan dalam keseharian,” ucapnya. Tiga hal yang harus dijadikan acuan dalam mengamalkan Pancasila. Ketiga hal itu menurutnya adalah tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar, tak menjadikan doktrin, dan tak menjadikan sebagai kebenaran tungggal.

Dalam silaturahmi yang dipandu oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Janggola, itu dibuka ruang untuk sambung rasa atau mengungkapkan uneg-uneg yang ada. Di antara uneg-uneg yang ada itu seperti maraknya terorisme yang berada di provinsi itu.

Menanggapi masalah terorisme, Zulkifli menyebut pelaku melakukan tindakan yang tak sesuai dengan Pancasila. Dirinya yakin masalah itu bisa diselesaikan bila masyarakat, polisi, dan TNI bekerja sama menumpasnya. “Saya percaya dengan kemampuan polisi dan TNI untuk menyelesaikan masalah itu,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Zulkfili juga menyebut adanya faktor kesenjangan yang membuat adanya ketidakstabilan di masyarakat. Ia menceritakan lagi, di daerah asalnya, Lampung. Ada sebuah wilayah yang diperuntukkan untuk lahan transmigrasi. Dalam program itu, kaum transmigran diberi fasiltas dan berbagai bantuan. Dalam waktu satu tahun, dua tahun, hal demikian tidak menjadi masalah, namun setelah satu generasi, kaum transmigran hidupnya lebih maju dan ekonominya lebih mapan. Sedang penduduk asli dalam keadaan sebaliknya. Akibatnya terjadi kesenjangan sosial dan ekonomi. Tak heran bila di Lampung sering terjadi konflik antarkampung yang berbeda etnis. Untuk itu ditegaskan oleh Zulkfili agar kesenjangan sosial dan ekonomi harus bisa diatasi.

Longki mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya silaturahmi dengan Ketua MPR. “Mudah-mudahan bisa mempererat rasa persatuan,” ujar politisi Partai Gerindra itu. Sebagai bagian dari generasi bangsa, menurut Longki acara itu sangat penting. Yang demikian disebut untuk mengangkat martabat bangsa. “Diharapkan dapat memahami pentingnya Pancasila untuk kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Apa yang dikatakan pentingnya Pancasila dalam menyatukan keberagaman oleh Zulkifli tadi dibenarkan oleh Longki sebab daerah yang dipimpinnya terdiri dari beberapa agama dan 60 etnis. Untuk itu acara yang digelar oleh MPR itu merupakan pertanda adanya kepedulian kepada Sulawesi Tengah. “Ini merupakan bentuk motivasi dan mudah-mudahan memiliki arti penting,” harap Longki.

Mengunjungi UMP

Di sela melakukan sosialisasi, Zulkfli melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Palu. Saat berada di kampus yang beralamat di Jl. Hang Tuah No. 29, Zulkifli disambut oleh para civitas akademika. Kehadiran Zulkifli ditunggu-tunggu oleh mereka karena pada hari itu Zulkifli didaulat melakukan groundbreaking pembangunan gedung Fakultas Hukum.

Rencananya kampus itu akan membangun gedung untuk kuliah S1 dan program pascasarjana di atas tanah seluas 32 x 14 meter. Saat groundbreaking, Zulkifli diberi kesempatan pertama untuk melempar adukan semen dari scoop. Setelah dirinya disusul oleh rektor.

Kedatangan Zulkilfli di kampus yang berdiri di tahun 1983 itu rupanya tidak hanya melakukan groundbreaking gedung Fakultas Hukum namun juga meresmikan Sekretariat Bersama Ikatan Mahasiswa Muhmmadiyah (IMM) Cabang Palu dan DPW Sulawesi Tengah. Sekretariat yang berada di komplek kampus Muhammadiyah dengan ukuran 7 x 12 meter itu menurut aktivis IMM, Muhammad Iqbal, digunakan untuk beraktivitas organisasi itu. Peresmian ditandai dengan mengunting pita yang berada di pintu sekretariat itu. Selepas pita digunting, Zulkifli memasuki sekretariat itu. AW

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015