Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Minggu, 07 Mei 2017 - 15:50 |

Oesman Sapta Ajak Petani Jaga Bangsa Dari Intervensi Asing

Oesman Sapta Ajak Petani Jaga Bangsa Dari Intervensi Asing

Di hadapan ratusan petani se-Jawa Timur yang berkumpul di Tulungagung, 7 Mei 2017, Wakil Ketua MPR sekaligus menjabat sebagai Ketua DPD, Oesman Sapta, mengatakan negara Indonesia adalah negara yang kaya dalam sumber daya alam termasuk sektor pertanian. Karena kekayaan itulah maka, menurut Oesman Sapta, bangsa-bangsa lain mengintervensi bangsa Indonesia.

Untuk itulah dengan tegas Oesman Sapta mengatakan dirinya melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada para petani agar para petani ikut menjaga bangsa ini dengan semangat nasionalisme.

Sosialisasi ini penting dilakukan karena agar bangsa ini mampu menjaga dirinya dari intervensi asing. "Tanpa nasionalisme kita akan diintervensi bangsa lain termasuk dalam dunia pertanian," ujarnya.

Intervensi bangsa lain ke Indonesia sudah sangat memprihatinkan termasuk masuknya narkoba ke Indonesia. Diungkapkan sekarang banyak narkoba masuk ke Indonesia. "Untuk itu perlu Empat Pilar sebagai menjaga bangsa," papar Oesman Sapta. Dalam membendung narkoba dan intervensi asing perlu kerja sama semua pihak.

Dalam kesempatan itu, Oesman Sapta memuji Kabupaten Tulungagung yang sukses melakukan swasembada beras. Ia mencontohkan dengan negara Brazil yang sukses membangun dunia pertanian selama 14 tahun. Bagi Oesman Sapta, Indonesia bisa melebihi negara itu karena Indonesia adalah negara yang subur.

Dalam sosialisasi tersebut juga hadir anggota MPR dari Kelompok DPD, I Gde Pasek Suardika. Dalam sosialisasinya, Pasek menghubungkan dunia pertanian dengan dasar negara. Dikatakan dalam tameng lambang Burung Garuda ada gambar padi dan kapas, kepala banteng, dan pohon beringin. Dengan gambar-gambar tersebut, menurut Pasek, menunjukan bangsa ini sejak dulu tak bisa lepas dari dunia pertanian. "Ini menunjukan pertanian merupakan soko guru bangsa Indonesia," ujarnya. "Bila pertanian ditinggalkan maka kita meninggalkan dasar negara," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan melihat lambang Burung Garuda, maka kita tahu alur negara yakni memperhatikan dunia pertanian. Namun Pasek mengakui dunia pertanian saat ini ditinggalkan. Ia mencontohkan di asalnya, Bali, sawah-sawah sekarang berganti menjadi hotel. "Jadinya swasembada hotel," ucapnya. Padahal pangsa pasar dunia saat ini adalah dari dunia pertanian. "Mari kita dorong masyarakat kembali dunia pertanian," ujarnya. "Masalah pertanian adalah masalah yang mendasar," tambahnya.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015