Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Minggu, 16 April 2017 - 07:20 |

Wisanggeni Gugat Beraksi Di Desa Candigaron, Kabupaten Semarang

Wisanggeni Gugat Beraksi Di Desa Candigaron, Kabupaten Semarang

Pagelaran seni budaya wayang kulit di Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu malam (15/4/2017), terasa lain dari biasanya. Pertunjukan dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR ini bak sebuah pesta desa yang sungguh meriah.

Pestas seni budaya di desa berhawa sejuk di kaki pegunungan Ungaran ini bukan hanya menampil wayang kulit seperti biasa. Tapi, siang harinya, sebelum pestas wayang kulit, diawali pestas seni dengan menyuguhkan pertunjukan musik dangdut.

Jadi, pertunjukan seni budaya yang diselenggarakan oleh MPR bekerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang yang ditempatkan di Desa Candigaron ini  benar-benar menghibur dua generasi, yaitu generasi muda penggemar dangdut, dan generasi lanjut (tua) penggemar wayang kulit. Sebanyak 520 kursi disediakan panitia hampir terisi penuh oleh penonton yang datang  dari berbagai pelosok Kecamatan Sumowono dan sekitarnya. 

Pagelaran wayang kulit dengan lakon "Wisanggeni Gugat" ini dibuka secara resmi oleh anggota MPR RI Drs. H.A. Mujib Rohmat mewakili pimpinan MPR. Ditandai dengan penyerahan tokoh Wisanggeni kepada dalang Ki Wartoyo dari Boyolali, Jawa Tengah. Setelah sebelumnya sambutan selamat datang disampaikan Bupati Kabupaten Semarang dr. H. Mujirin, E.Sp.OG. Dan, laporan panitia pelaksana oleh Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah, S.E., M.M.

Pentas seni budaya di Desa Candigaron ini, menurut Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah, adalah yang ke-enam dan paling komplit, baik dilihat dari jumlah pejabat yang hadir maupun masyarakat yang menonton. Bukan hanya bupati, tapi Wakil Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha, SH., juga ikut hadir. Serta hadir pula Ketua DPD Golkar Jawa Tengah Drs, H. Wisnu Suhardono, S.E., dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Semarang.  

Mujib Rohmat dalam sambutannya menyatakan, wayang merupakan salah satu metode sosialisasi Empat Pilar MPR yang paling efektif untuk pendidikan masyarakat. Seperti kita ketahui, kata anggota MPR Fraksi Golkar ini, para wali menyebarkan agama Islam juga  menggunakan pendekatan seni budaya, wayang.   

Mujib berharap, melalui pagelaran wayang kulit ini, nilai-nilai luhur Pancasila dapat diaktualisasi di tengah masyarakat yang beragam. Karena Pancasila adalah penjanjian luhur yang lahir dari sebuah bangsa yang beragam, baik suku, bahasa. agama, dan ratusan kepercayaan. "Pancasila pasti merupakan nilai-nilai yang sesuai kondisi bangsa Indonesia," kata anggota MPR dapil Jawa Tengah ini.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015