image

HNW Dukung Pelestarian Seni Budaya Betawi

Minggu, 02 Mei 2021 13:59 WIB

 

Jakarta,- Wakil Ketua MPR RI yang juga Anggota DPR RI FPKS  Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, MA meluncurkan program advokasi dan bantuan untuk pembuatan legalitas sanggar pencak silat yang tergabung dalam Silaturahim Kumpul Bareng Anak Tenabang (Sikumbang) Jakarta Pusat.  Saat ini Sikumbang  membawahi sekitar 26 sanggar pencak silat.

HNW sapaan akrab Hidayat  mengatakan, pencak silat merupakan  kegiatan yang sangat bermanfaat. Mendukung keberadaan pencak silat, sama artinya dengan melestarikan budaya dan kearifan lokal seperti yang dimiliki warga Betawi di Jakarta. Pelestarian pencak silat, itu salah satunyab dilakukan dengan pengurusan   legalitasnya, agar sanggar-sanggar itu  dapat berbadan hukum dan berkembang, memenuhi aspek legal, dikelola secara profesional dan dapat memperoleh akses bantuan dari berbagai program pemerintah lainnya.

“Kami di PKS sangat mendukung pelestarian dan pengembangan kearifan lokal, maka kemarin saya juga selenggarakan lomba hadrah dan qasidahan se-Jakarta Selatan, dan kini di Jakarta Pusat, kami (PKS) juga dukung kegiatan pelestarian dan pengembangan seni beladiri merakyat yaitu pencak silat ini,” ujarnya dalam kegiatan reses DPR bertemu dengan konstituen di Petamburan, Jakarta Pusat, Mingu (2/5/2021).

HNW menuturkan, upaya melestarikan seni budaya dan kearifan lokal adalah bagian dari pelaksanaan UUD NRI 1945. Terutama, Pasal 32 yang mengatur upaya negara menghormati dan memajukan kebudayaan nasional dan daerah. Serta Pasal 28C yang mengatur pemanfaatan seni dan budaya sebagai hak asasi manusia, dan Pasal 28I ayat (3) yang menyatakan identitas budaya dan hak masyarakat tradisional perlu dihormati.

Selain itu, Anggota DPR RI dari Dapil Jakarta II ini mengatakan bahwa program yang dilakukannya ini merupakan implementasi dari ajaran agama Islam yang sangat erat kaitannya dengan tradisi pencak silat Betawi. “Ini membuktikan dan menunjukan bahwa Islam itu mementingkan silaturahim, saling kerja sama, saling dukung mendukung, mencintai kearifan lokal, serta jauh dari sifat radikalisme dan ekstremisme,” tukasnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan bahwa dukungan kepada sanggar-sanggar pencak silat ini merupakan rangkaian kepedulian terhadap budaya Betawi. Kepedulian dan bantuan HNW terhadap Sanggar Pencak Silat diakui dan diapresiasi oleh Bang Rendi, Ketua Sanggar Silat Sabet SiKumbang.

”Kami Pegiat Pencak silat Betawi, sangat berterimakasih atas kepedulian dan bantuan Ustadz Hidayat Nur Wahid, anggota DPRRI dari PKS, yang telah membimbing dan membantu agar Sanggar-Sanggar Silat Betawi mempunyai legalitas sebagai yayasan dan komunitas yg melestarikan kearifan lokal, juga dukungan materialnya untuk terlaksananya kegiatan di Sanggar Pencak Silat Sabet Sikumbang,” ujar Bang Rendi.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta H. Ismail, S.Pd yang ikut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi program ini, yang telah dinikmati oleh Sanggar Betawi Sabet Tenabang yang sudah berbadan hukum yayasan. Menurutnya, program ini merupakan inisiatif yang sangat baik sekali dalam upaya memajukan kebudayaan Betawi.

Ismail berharap dengan dukungan legalitas kepada sanggar-sanggar pencak silat Betawi ini, maka ke depan mereka juga dapat berkontribusi dan bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung kearifan lokal budaya Betawi ini. “Program ini sangat diapresiasi dan perlu didukung bersama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan reses yang juga dihadiri oleh Lurah, Ketua RW, Ketua RT, Pemuda Pancasila, Para Pesilat dari Sikumbang maupun Gerak Oray, pimpinan Masjid dan Majelis Taklim, Kepolisian dan TNI setempat, juga kader-kader PKS, HNW juga sampaikan bahwa  hadirnya bulan Ramadhan yang penuh berkah, membuat kita bisa shilaturahim, tarawih/memakmurkan Masjid bersama warga sekalipun tetap harus penuhi prokes terkait covid-19, ada shodaqah, zakat, takjil/buka puasa bersama, dan mengapreasi seni dan budaya seperti dilakukan PKS di atas.

Ia menegaskan kembali bahwa Islam adalah agama yg Rahmatan lil alamin, menolak segala bentuk terorisme, radikalisme, separatisme, komunisme, atheisme dll. Karenanya jangan kembangkan islamophobia, dan bagi Umat Islam jangan malah Indonesiaphobia. Pasalnya proklamasi kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia juga hasil jihad/ijtihad/mujahadah para Ulama baik dalam Ormas (NU/Muhammadiyah dll) juga Orpol (Syarikat Islam, Masyumi dll) dahulu bertepatan juga dengan bulan Ramadhan (tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriah). “Maka hendaknya kita bisa isi Ramadhan untuk yang meningkatkan cinta kepada Islam dan kepada NKRI,” pungkas HNW.


Anggota Terkait :

DR. H. M. HIDAYAT NUR WAHID, M.A.