.menu_preview{ /* display:none;*/ }

Oesman Sapta: Satu Suara Menentukan Masa Depan Bangsa

Selasa, 09 Apr 2019 - 14:18

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019. "Satu suara menentukan masa depan bangsa", ujarnya kepada wartawan saat dirinya melakukan kunjungan ke Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, 7 April 2019. Lebih lanjut dikatakan, karena satu suara sangat menentukan maka pria yang akrab dipanggil Pak OSO itu menegaskan agar masyarakat jangan Golput. "Masyarakat harus hadir ke TPS untuk memilih", paparnya.

Diakui oleh pria yang juga menjadi Ketua DPD, Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Pada Pemilu tahun ini dilakukan secara serentak. Di mana masyarakat memilih Presiden, anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/kota; dan anggota DPD, secara bersamaan. "Cara seperti ini suka atau tak suka harus dilaksanakan", ujarnya. Meski demikian Oesman Sapta mengatakan Pemilu serentak perlu dievaluasi. "Dievaluasi mana yang lebih baik, Pemilu serentak atau Pemilu seperti sebelumnya", tuturnya.

Bagi pria asal Kayong Utara itu, pelaksanaan Pemilu harus bermartabat. Dirinya mengatakan partai politik jangan ugal-ugalan dalam berkampanye. "Harus bersikap baik dan sopan", ucapnya. Peserta yang ikut kontestan diharap membuktikan kinerja yang peduli dan berpihak pada daerah. "Dengan cara-cara intelektual", ucapnya. Dengan demikian bisa membangun daerah. 

Ditegaskan pada semua agar jangan menyebar dan mempercayai hoaks. "Hoaks itu fitnah", tegasnya. Hoaks dikatakan membodohi. "Hoaks mengibuli yang membuat seolah-olah beritanya benar", ungkapnya. "Akibat mengibuli bisa membuat orang salah pilih", tambahnya.

Oesman Sapta meminta aparat penyelenggara Pemilu harus melaksanakan UU Pemilu. "Aturan hukum yang ada harus dipatuhi", tegasnya. Dikatakan negara ini adalah negara hukum, hukum berdiri di atas segala-galanya sehingga wajib dipatuhi.

Untuk menghilangkan hoaks, dirinya menegaskan supaya media massa meluruskan berita yang ada. Meluruskan berita yang tidak tepat dikatakan sebagai bentuk kepedulian pada bangsa dan negara. "Kita harus memberi keterangan yang benar", ujarnya.

Sebagai pimpinan MPR, ditekankan agar semua menjaga persatuan dan kesatuan. Untuk itu Sosialisasi Empat Pilar harus dilaksanakan secara terus menerus. "Tak boleh berhenti", ujarnya. Sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat selalu memahami dan tak lupa Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat Pilar disebut mampu menciptakan masyarakat yang mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, religius, dalam bingkai NKRI.


Baca Juga

Kontak