Ketua Pemuda Katolik, Agustinus Tamabapa, dalam sambutan pembukaan Kongres Pemuda Katolik XVI, di Batam, Kepulauan Riau, 22 Agustus 2015, mengatakan usia Pemuda Katoli"> Ketua Pemuda Katolik, Agustinus Tamabapa, dalam sambutan pembukaan Kongres Pemuda Katolik XVI, di Batam, Kepulauan Riau, 22 Agustus 2015, mengatakan usia Pemuda Katoli" />




image

Pemuda Katolik Penyangga Keutuhan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2015 12:10 WIB

Ketua Pemuda Katolik, Agustinus Tamabapa, dalam sambutan pembukaan Kongres Pemuda Katolik XVI, di Batam, Kepulauan Riau, 22 Agustus 2015, mengatakan usia Pemuda Katolik sudah 70 tahun, seusia republik. Dalam usia sepanjang itu, Agustinus mengharap kepada para kader Pemuda Katolik tidak minder sebab Pemuda Katolik memiliki saham dalam membesarkan lahirnya rumah Pancasila, Indonesia.

Untuk itu dalam kongres itu, Agustinus mengharap agar kader tidak hanya berkongres namun juga memperkuat organisasi sebagai penyangga keutuhan bangsa dan negara.

Dikatakan, "menurut kami, kalau bangsa ini bubar kami menyesal sebab keragaman akan punah dan Indonesia akan tinggal menjadi sejarah," ujarnya.

Dalam kongres yang dihadiri oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, Agustinus senang sebab dengan moment seperti itu, Pemuda Katolik dan MPR bisa bekerja sama dalam mensosialisasikan 4 Pilar MPR. "MPR dan Pemuda Katolik siap menjaga Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Agustinus menyoroti soal anjloknya nilai-nilai rupiah. Di mana nilai rupiah sudah mencapai Rp14.000. Menanggapi hal yang demikian, Agustinus menyatakan kita harus berhati-hati, jangan gegabah dan terlalu percaya diri. "Waspada kalau rakyat lapar maka mereka tak bisa dibendung amarahnya," ujarnya.

Oleh sebab itu Pemuda Katolik mengharap pemimpin bangsa membahas anjloknya nilai rupiah dengan serius."Kalau tidak rakyat akan semakin lapar dan bisa muncul aksi-aksi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Agustinus juga menyoroti soal Pilkada. Menurutnya bila ada incumbent yang gagal jagan pilih mereka sebab mereka terbukti tak bisa melayani rakyat. "Namun kalau sukses, pilihlah kembali," tegasnya.

Diharapkan Pemuda Katolik jangan terjebak pada politik praktis namun harus mengedepankan nilai-nilai katolik.