Guru merupakan profesi yang sangat mulia. Tak berlebihan jika profesi ini mendapat julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Tak bisa dibayangkan bagaimana jadinya negeri ini"> Guru merupakan profesi yang sangat mulia. Tak berlebihan jika profesi ini mendapat julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Tak bisa dibayangkan bagaimana jadinya negeri ini" />




image

PGRI Pariaman Ambil Peran Sosialisasikan 4 Pilar MPR

Sabtu, 22 Agustus 2015 11:09 WIB

Guru merupakan profesi yang sangat mulia. Tak berlebihan jika profesi ini mendapat julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Tak bisa dibayangkan bagaimana jadinya negeri ini, jika tidak ada orang yang mau menjadi guru, dan mendidik generasi muda. 

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyadari benar fungsi dan peran para guru, dan PGRI pada khususnya. Karena itu, MPR menggandeng PGRI untuk turut melaksanakan sosialisasi empat Pilar MPR RI. Dengan begitu diharapkan sosialisasi bisa terus berjalan dan sampai hingga ke seluruh siswa di Indonesia. 

Pernyataan itu disampaikan Deding Ishak anggota Fraksi Partai  Golkar MPR RI, mewakili Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Ahmad Basarah saat membuka acara sosialisasi dikalangan guru. Acara tersebut berlangsung di Aula Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, pada Sabtu (22/8). 

Sosialisasi kerjasama MPR dengan PGRI Kota Pariaman, itu diikuti 300 peserta. Mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas hingga pegawai dilingkungan pendidikan nasional Kota Pariaman. Empat orang Narasumber ikut memberikan ceramahnya. Mereka adalah Safrudin anggota MPR RI Fraksi PAN Chotibul Umam. Anggota MPR F Partai Demokrat, Safrudin anggota Fraksi PAN MPR,  Deding Ishak anggota Fraksi Partai Golkar dan Abraham Liyanto, anggota MPR Kelompok DPD. Turut hadir pada acara tersebut Wakil Walikota Pariaman  Genius Umar

MPR menurut Deding juga melihat PGRI sebagai kelompok strategis karena bisa menjangkau guru-guru hingga ke daerah terpencil. Karena itu kerjasama MPR dengan PGRI merupakan kerjasama yang baik. Terutama  untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan berbangsa dan bernegara. 

"Kita semua tidak bisa melepaskan diri dari peran para guru. Bahkan tidak ada satupun pemimpin dimuka dunia yang tak berhutang budi pada guruny", kata Deding menambahkan.